Terakhir diperbarui: 04-07-2026, 03:26
Americas
Kenaikan payrolls AS melambat, namun pasar tenaga kerja tetap relatif solid. Ekonomi AS menambah 57 ribu lapangan kerja pada Juni 2026, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar, sementara klaim pengangguran mingguan tetap berada di level rendah yang mencerminkan tren pemutusan kerja yang masih terbatas. Meski demikian, kenaikan continuing claims ke level tertinggi dalam tiga bulan mengindikasikan proses pencarian kerja mulai lebih menantang, sehingga memberikan sinyal pelemahan bertahap pada pasar tenaga kerja AS.
Yield UST 10 tahun turun setelah data tenaga kerja melemah. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,46% setelah pertumbuhan payrolls Juni yang lebih rendah dari ekspektasi dan revisi turun data bulan sebelumnya mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September juga menurun, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan ekspektasi inflasi mulai mereda meski tetap menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga.
Europe
Tingkat pengangguran Zona Euro bertahan di rekor terendah, inflasi Swiss tetap moderat. Tingkat pengangguran Zona Euro tercatat stabil di 6,2% pada Mei 2026, sejalan dengan level terendah historis dan didukung penurunan jumlah pengangguran ke sekitar 11 juta orang, menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih solid. Sementara itu, inflasi Swiss melambat tipis menjadi 0,5% YoY pada Juni, mencerminkan tekanan harga yang tetap rendah seiring moderasi biaya perumahan, energi, dan transportasi.
Lagarde nilai kenaikan suku bunga ECB sudah tepat. Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan keputusan menaikkan suku bunga pada bulan lalu sudah sesuai dengan kondisi saat itu untuk mencegah tekanan inflasi menyebar lebih luas ke perekonomian, meski sejak itu harga minyak turun tajam setelah meredanya konflik AS–Iran. Lagarde juga menegaskan ECB tetap mewaspadai risiko inflasi lanjutan, meskipun sejauh ini belum terlihat tanda-tanda tekanan harga putaran kedua yang signifikan.
Yield obligasi Eropa bergerak mixed seiring meredanya ekspektasi pengetatan moneter. Imbal hasil Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di atas 2,9%, sementara yield gilt Inggris melemah setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi mendorong pasar mengurangi peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Di Eropa, perlambatan inflasi serta komentar Presiden ECB Christine Lagarde yang menilai risiko inflasi dan pertumbuhan semakin seimbang turut memperkuat ekspektasi bahwa ruang pengetatan kebijakan moneter ke depan menjadi lebih terbatas.
Asia
Aktivitas bisnis Australia kembali ke zona ekspansi. PMI gabungan Australia naik ke 50,4 pada Juni 2026 dari 48,7 pada Mei, didorong pemulihan sektor jasa yang kembali tumbuh meski aktivitas manufaktur masih terkontraksi. Namun, sentimen pelaku usaha turun ke level terendah sejak November 2023 seiring lemahnya permintaan baru dan kehati-hatian pada prospek ekonomi ke depan.
Yen Jepang bertahan di level terlemah dalam empat dekade. Yen bergerak di kisaran 162,5 per USD, mendekati level terendah sejak 1986. Tekanan terhadap yen masih berasal dari selisih suku bunga yang lebar dengan AS serta keraguan pasar akan hawkish-nya BOJ.
Yield obligasi Jepang dan Australia naik di tengah perbedaan arah ekspektasi kebijakan. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke 2,75%, level tertinggi sejak Mei 2026, didorong pelemahan yen yang mempertahankan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh BOJ. Sementara itu, yield Australia tenor 10 tahun naik ke atas 4,8% mengikuti pergerakan yield AS, meski pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA setelah meredanya tekanan inflasi akibat turunnya harga minyak dan normalisasi pasokan energi.
