Terakhir diperbarui: 04-08-2026, 05:38
Americas
Ekonomi AS melambat 2Q26, tekanan inflasi menunjukkan perbaikan. PDB AS tumbuh 1,5% (annualized) pada kuartal II-2026, lebih rendah dari 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar, terutama akibat pelemahan investasi bisnis, kontribusi negatif perdagangan luar negeri, dan penurunan persediaan. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga menguat menjadi 3,2%, menunjukkan permintaan domestik yang masih resilien. Sementara itu, inflasi PCE melambat dengan inflasi utama turun menjadi 3,7% YoY dan inflasi inti menjadi 3,3% YoY pada Juni, mengindikasikan tekanan harga mulai mereda meskipun masih berada di atas target The Fed.
Harga minyak dan emas menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga minyak bertahan di sekitar USD84 per barel setelah kembali memanasnya konflik AS–Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, meskipun arus pengiriman melalui Selat Hormuz menunjukkan perbaikan. Di sisi lain, harga emas menguat mendekati USD4.100 per ons, didukung pelemahan dolar AS dan sikap The Fed yang masih mempertahankan suku bunga, sementara ketidakpastian geopolitik.
Yield UST naik ke level tertinggi sejak awal 2025. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,69%, sementara yield tenor 30 tahun menembus 5,23%, tertinggi sejak 2007, setelah The Fed mempertahankan suku bunga tetapi tiga anggota FOMC mendukung kenaikan 25 bps. Pasar menilai The Fed masih mempertahankan sikap hawkish di tengah tekanan inflasi yang dipicu tarif dan kenaikan harga energi, meskipun probabilitas kenaikan suku bunga pada September menurun pasca pertemuan FOMC.
Europe
BoE tahan suku bunga, ekonomi Eurozone tumbuh lebih kuat dari perkiraan. Bank of England mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% dengan hasil voting yang menunjukkan sebagian anggota masih mendukung kenaikan suku bunga, mencerminkan kewaspadaan terhadap risiko inflasi yang berasal dari harga energi. Di Eurozone, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 mencapai 0,4% QoQ, melampaui ekspektasi pasar, sementara inflasi Jerman meningkat menjadi 2,8% YoY, memperkuat pandangan bahwa ECB masih memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.
Yield obligasi Eropa flat seiring potensi kebijakan ECB dan BoE. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun berada di atas 3,15% setelah pertumbuhan ekonomi Eurozone kuartal II-2026 yang lebih kuat dari perkiraan serta inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB lebih lanjut, dengan pasar masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, yield gilt Inggris tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,0% setelah Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% dengan komposisi suara yang lebih hawkish dari ekspektasi.
Asia
Inflasi Tokyo menguat, sementara konsumsi Jepang mulai melambat. Inflasi inti di Tokyo naik menjadi 1,9% YoY pada Juli 2026, lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan mengindikasikan tekanan harga yang mulai meningkat, meskipun masih berada di bawah target 2% Bank of Japan. Di sisi lain, penjualan ritel Jepang hanya tumbuh 0,5% YoY pada Juni 2026 dan turun 4,1% MoM, menunjukkan konsumsi rumah tangga mulai kehilangan momentum.
Yield obligasi di Asia bervariasimenjelang keputusan bank sentral. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,78% seiring kenaikan yield Treasury AS dan ekspektasi bahwa Bank of Japan akan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut guna mengendalikan inflasi dan mendukung yen. Di sisi lain, yield obligasi Australia tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,9% setelah inflasi yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, meskipun inflasi masih berada di atas kisaran target bank sentral.
