bonds

Fixed Income Daily Notes 9 Jul 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

09 July 2026 - 08.22am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 9 Jul 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 12-07-2026, 01:49

Americas

Risalah FOMC tunjukkan perbedaan pandangan terkait arah suku bunga The Fed. Mayoritas pejabat The Fed masih menilai risiko inflasi yang sticky, terutama akibat kuatnya permintaan terkait AI, konflik Timur Tengah, dan dampak tarif, sehingga sebagian anggota masih melihat kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila tekanan harga tetap tinggi. Namun, dalam skenario dasar mereka, banyak pejabat memperkirakan suku bunga akan berada di level yang sama atau sedikit lebih rendah pada akhir tahun, mencerminkan pendekatan yang tetap hati-hati di tengah inflasi yang belum sepenuhnya kembali ke target 2% dan pasar tenaga kerja yang masih relatif solid.

Harga minyak melonjak di atas USD74 per barel akibat eskalasi konflik AS–Iran. Crude oil menguat untuk hari ketiga berturut-turut setelah serangan militer AS ke Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Eskalasi ketegangan ini mengubah sentimen pasar dari sebelumnya mengkhawatirkan surplus pasokan menjadi fokus pada risiko gangguan distribusi energi, sehingga berpotensi kembali mendorong tekanan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan.

                                                   

Yield UST 10 tahun naik ke 4,60% di tengah kembali meningkatnya risiko inflasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Mei setelah lonjakan harga energi akibat eskalasi konflik AS–Iran memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Risalah FOMC juga menunjukkan sebagian pejabat masih melihat ruang untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut apabila inflasi inti tetap tinggi dan pasar tenaga kerja bertahan kuat, sementara wacana pengurangan kepemilikan obligasi jangka panjang oleh The Fed turut menekan pasar obligasi.

 

Europe

Pasar perumahan Inggris menunjukkan perbaikan bertahap meski masih lemah. Survei RICS menunjukkan tekanan pada harga rumah di Inggris mulai mereda pada Juni 2026, didukung oleh membaiknya minat pembeli dan peningkatan transaksi yang disepakati dibanding bulan sebelumnya. Meski demikian, aktivitas pasar masih berada di zona kontraksi, sementara penurunan jumlah properti baru yang dipasarkan mengindikasikan pasokan yang semakin terbatas, dengan prospek harga rumah dalam 12 bulan ke depan mulai berbalik positif secara moderat.

Yield obligasi Eropa menguat seiring meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris, Jerman, Prancis, dan Swiss naik setelah harga minyak kembali melonjak menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama. Kondisi ini mendorong pasar meningkatkan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh ECB dan BoE, sementara faktor politik di Prancis dan peningkatan kebutuhan pembiayaan fiskal di beberapa negara Eropa turut menambah tekanan pada pasar obligasi kawasan.

Asia

Rating Jepang masih steady oleh Moodys, namun Yen masih Jepang tertekan. Moody’s menyatakan belum mengubah pandangannya terhadap profil fiskal Jepang meski pasar mulai mencermati rencana investasi pemerintah senilai lebih dari JPY370 triliun hingga 2040, sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai sumber pendanaan dan implementasinya. Di saat yang sama, yen kembali mendekati level terlemahnya dalam 40 tahun di sekitar 162,5 per USD akibat penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.

Yield obligasi Jepang dan Australia naik dipicu risiko inflasi dan tekanan fiskal. Imbal hasil di Asia naik (Jepang >2,8% ke level tertinggi sejak 1997 & Australia 4,9%) didorong lonjakan harga minyak akibat ketegangan AS–Iran memperkuat kekhawatiran inflasi. Untuk Jepang terdapat kekhawatiran pasar terhadap rencana belanja jangka panjang pemerintah serta pelemahan yen yang menambah tekanan bagi BOJ untuk memperketat kebijakan moneter.