Terakhir diperbarui: 15-08-2026, 02:28
Americas
Inflasi AS terus melandai. Inflasi AS turun menjadi 3,4% YoY pada Juli 2026 dari 3,5% pada bulan sebelumnya, sementara inflasi inti turun menjadi 2,5%, keduanya sesuai dengan ekspektasi pasar. Perlambatan terutama didorong oleh meredanya tekanan harga energi dan biaya perumahan, sehingga mengurangi urgensi bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun demikian, inflasi masih berada di atas target dan pasar tetap mencermati risiko kenaikan harga energi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan.
Harga minyak lanjut menguat. Harga Brent naik mendekati USD89 per barel dan membukukan kenaikan untuk sesi keenam berturut-turut seiring meningkatnya keraguan pasar terhadap prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Pernyataan Presiden Trump yang memperkeras posisi negosiasi menambah ketidakpastian pasokan energi global, meskipun pembicaraan antara Iran dan Oman dilaporkan berlanjut.
Yield UST turun pasca data inflasi sesuai ekspektasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65% setelah data inflasi Juli menunjukkan inflasi utama dan inti bergerak sesuai ekspektasi pasar, sehingga meredakan tekanan bagi The Fed untuk segera menaikkan suku bunga pada September. Meski demikian, pasar masih mencermati risiko inflasi dari kenaikan harga energi yang berlanjut di tengah ketidakpastian hubungan AS–Iran. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang kini dipandang lebih berimbang dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Europe
Inflasi Jerman menguat. Inflasi Jerman naik menjadi 2,8% YoY pada Juli 2026 dari 2,3% pada bulan sebelumnya, terutama didorong lonjakan harga energi akibat kenaikan harga minyak. Meski inflasi jasa dan inflasi inti menunjukkan moderasi, tingkat inflasi tetap berada di atas target ECB dan memperkuat pandangan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Sementara itu, pasar properti Inggris masih menunjukkan permintaan yang lemah, meskipun ekspektasi harga rumah dan aktivitas penjualan dalam jangka panjang mulai membaik secara bertahap.
Yield obligasi Eropa turun tipis. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun turun ke sekitar 3,15%, sementara gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 4,95% setelah harapan tercapainya kesepakatan terkait Selat Hormuz kembali meredakan kekhawatiran inflasi dari sisi energi. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memberikan ruang lebih besar bagi ECB maupun BoE untuk mempertahankan pendekatan kebijakan.
Asia
Pasar tenaga kerja Korea Selatan dan sentimen bisnis Jepang menunjukkan arah yang berbeda. Tingkat pengangguran Korea Selatan naik menjadi 2,8% pada Juli 2026 dari 2,7% pada bulan sebelumnya, sementara jumlah pengangguran dan penduduk tidak aktif meningkat meski ekonomi masih menambah 108 ribu lapangan kerja. Di sisi lain, sentimen manufaktur Jepang membaik ke level tertinggi sejak Maret, didorong kuatnya permintaan semikonduktor dan sektor terkait AI, meskipun pelaku usaha tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi ke depan.
Yield Jepang naik, yield China tetap rendah. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,84% seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan, didukung oleh kekhawatiran inflasi yang masih tinggi akibat pelemahan yen dan harga energi yang bertahan elevated. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,7%, mendekati level terendah dalam setahun, setelah inflasi yang lebih lemah memperkuat ekspektasi pasar terhadap tambahan stimulus fiskal dan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
