Terakhir diperbarui: 22-08-2026, 05:04
Americas
Risalah The Fed perkuat sinyal suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Risalah FOMC Juli menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih melihat risiko inflasi cenderung ke atas dan menilai pengetatan tambahan tetap diperlukan apabila tekanan harga tidak mereda sesuai harapan. Sejumlah pembuat kebijakan bahkan menilai kondisi keuangan belum cukup restriktif, sementara sebagian lainnya melihat pasar telah membantu memperketat kondisi moneter melalui kenaikan imbal hasil dan pengetatan kredit.
Harga emas bertahan di atas USD 4.500 seiring turunnya yield Treasury AS. Emas melanjutkan penguatannya setelah imbal hasil Treasury AS turun tajam menyusul langkah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang guna meredam kenaikan biaya pinjaman pemerintah. Penurunan yield tersebut meningkatkan daya tarik emas yang tidak menawarkan kupon, sementara risalah The Fed yang masih menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga tambahan gagal membendung minat beli investor.
Yield UST turun setelah Treasury AS agresif stabilkan pasar obligasi. Imbal hasil UST tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan signifikan program buyback obligasi tenor panjang guna meredam lonjakan biaya pinjaman pemerintah. Langkah tersebut diambil di tengah kenaikan tajam yield tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007, yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan fiskal, penerbitan utang korporasi terkait AI, serta kekhawatiran inflasi yang lebih persisten. Kebijakan ini memperkuat sinyal bahwa otoritas AS semakin aktif menjaga likuiditas pasar obligasi dan membatasi kenaikan yield yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan.
Europe
Inflasi Eurozone naik ke 2,9% YoY didorong lonjakan harga energi. Inflasi tahunan Eurozone meningkat menjadi 2,9% YoY pada Juli 2026 dari 2,8% YoY pada Juni, tetap berada di atas target ECB sebesar 2,0%. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh akselerasi inflasi energi menjadi 10,3% YoY menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sementara tekanan harga inti juga menguat dengan inflasi inti naik menjadi 2,5% YoY. Kenaikan inflasi yang meluas di sejumlah ekonomi utama Eropa berpotensi memperkuat argumen ECB untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi. Yield obligasi pemerintah Inggris dan Jerman tetap berada di level tinggi setelah data inflasi menunjukkan tekanan harga yang masih persisten, didorong oleh kenaikan harga energi dan risiko geopolitik global. Inflasi Inggris meningkat menjadi 2,9% YoY pada Juli, sementara pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga BoE meski masih memperhitungkan setidaknya satu kenaikan tambahan tahun ini.
Asia
RBA pertahankan sikap hawkish, peluang kenaikan suku bunga masih terbuka. Wakil Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) menegaskan bahwa suku bunga dapat kembali dinaikkan apabila risiko inflasi memburuk, meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di 4,35% dalam dua pertemuan terakhir. RBA menilai konflik Timur Tengah, ekspansi investasi AI global, dan lemahnya produktivitas masih berpotensi menjaga tekanan harga tetap tinggi.
Yield obligasi Asia bervariasi. Imbal hasil obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan dekat level terendah dalam lebih dari satu tahun setelah pemerintah mengisyaratkan dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026. Sebaliknya, yield obligasi Australia tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,0% mengikuti kenaikan yield global, didorong kekhawatiran inflasi yang persisten, meningkatnya pasokan obligasi pemerintah dan korporasi, serta ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
