bonds

Fixed Income Daily Notes 21 Aug 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

21 August 2026 - 07.54am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 21 Aug 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 22-08-2026, 04:19

Americas

Klaim pengangguran AS turun, pasar tenaga kerja tetap resilien. Jumlah klaim pengangguran awal di AS turun menjadi 206 ribu pada pekan kedua Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan menandakan pasar tenaga kerja masih relatif kuat. Meski klaim berkelanjutan meningkat menjadi 1,799 juta, data terbaru menunjukkan kondisi ketenagakerjaan belum mengalami pelemahan yang signifikan. Ketahanan pasar tenaga kerja ini berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat apabila tekanan inflasi tetap tinggi.

Harga minyak dan emas menguat di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran. Minyak mentah naik mendekati USD 87 per barel setelah AS mengumumkan paket sanksi ekonomi baru terhadap Iran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi global tetap tinggi. Di saat yang sama, harga emas bertahan di atas USD 4.500 per ons karena meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah volatilitas pasar obligasi dan mata uang.

Yield UST kembali naik meski Treasury perbesar program buyback obligasi. Imbal hasil UST tenor 10 tahun kembali mendekati 4,7% setelah pasar meragukan efektivitas program buyback obligasi jangka panjang dalam menahan kenaikan biaya pinjaman pemerintah. Kekhawatiran terhadap defisit fiskal yang besar, tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak, serta meningkatnya kebutuhan pendanaan terkait investasi AI terus membebani obligasi tenor panjang. Kondisi ini menunjukkan investor masih menuntut premi risiko yang lebih tinggi untuk memegang UST jangka panjang meski pemerintah mulai mengambil langkah stabilisasi pasar.

Europe

Kepercayaan konsumen Inggris mencapai level tertinggi dalam dua tahun. Indeks keyakinan konsumen Inggris naik ke -14 pada Agustus 2026, didorong oleh membaiknya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi dan keuangan rumah tangga dalam 12 bulan mendatang. Sentimen juga terbantu oleh penurunan harga energi dan stabilitas politik domestik pasca pergantian kepemimpinan. Namun, kenaikan inflasi menjadi 2,9% YoY pada Juli berpotensi membatasi pemulihan kepercayaan konsumen apabila tekanan biaya hidup kembali meningkat.

Yield Bund Jerman dan Gilt Inggris bertahan tinggi di tengah risiko inflasi energi. Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun bertahan di sekitar level tertinggi sejak 2011, sementara yield Gilt Inggris terus menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak dan gas alam. Inflasi Eurozone yang masih berada di atas target ECB serta ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut di Inggris turut mendorong investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi.

Asia

Inflasi Jepang menguat, namun masih berada di bawah target BoJ. Inflasi Jepang meningkat menjadi 1,9% YoY pada Juli 2026, tertinggi sejak akhir 2025, didorong oleh kenaikan harga pangan, transportasi, kesehatan, dan berkurangnya subsidi energi pemerintah. Inflasi inti juga naik menjadi 1,8% YoY, meski masih berada di bawah target Bank of Japan sebesar 2,0% untuk bulan keenam berturut-turut. Kondisi ini mendukung sikap hati-hati BoJ setelah sebelumnya menaikkan suku bunga menjadi 1,0%, sembari tetap memantau dampak kenaikan harga energi terhadap tekanan inflasi ke depan.

Yield obligasi China tetap rendah, sementara inflasi Jepang dorong ekspektasi normalisasi BoJ. Yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan dekat level terendah dalam lebih dari satu tahun setelah PBoC mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah, meski pasar masih menantikan stimulus tambahan untuk menopang pemulihan ekonomi. Di Jepang, inflasi meningkat menjadi 1,9% YoY dan menjaga yield JGB tenor 10 tahun dekat level tertinggi dalam 30 tahun, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneter secara bertahap.